Keluargaku KAMIL

Pejuang Pencari Cahaya Surga

Meraih Berkah Ramadhan August 8, 2010

Filed under: Islamic Knowledge — kamilitb @ 4:27 pm
Tags: , , ,

Bulan Ramadhan segera tiba. Tentu saja sebagai orang beriman, kita ingin mengisi bulan ini sebaik-baiknya. Karenanya, di antara yang perlu kita perhatikan adalah adab-adab dalam menjalankannya. Tujuannya, agar tercapai keselarasan antara perintah-perintah syariat dengan maksud pelaksanaan ibadah tersebut. Diantara adab-adab yang semestinya dilakukan antara lain:

  1. Menyambutnya dengan bangga, gembira, dan bahagia.
  2. Senantiasa makan sahur, karena berkah terkandung didalamnya. Rasulullah SAW besabda: ‘Makan sahurlah kalian, karena pada makanan sahur itu terdapat berkah.’ (Muttafaqun’alaih). Adapun makan sahur disunahkan mengakhirkan, yakni hingga waktu sangat dekat dengan waktu fajar/shubuh.
  3. Menyegerakan buka puasa. Diriwayatkan dari Sahal bin Saad, Rasulullah bersabda: ‘Manusia (umat Islam) masih dalam keadaan baik selama mentakjilkan (menyegerakan) berbuka’ (Riwayat Bukhari dan Muslim).
  4. Mengawali buka puasa dengan kurma basah.
  5. Memperbanyak sedekah. Diriwayatkan dari Ibnu Abbas ia berkata: ‘Adalah Rasulullah orang yang paling dermawan dan beliau lebih dermawan lagi pada bulan Ramadhan ketika Jibril menemuinya, dan Jibril menemuinya pada setiap malam pada Ramadhan untuk mentadaruskan al-Qur’an dan benar-benar Rasulullah lebih dermawan tentang kebajikan (cepat berbuat kebajikan) daripada angin yang dikirim.’ (Riwayat Bukhari).
  6. Menggalakkan shalat malam atau shalat tarawih. Diriwayatkan dari Abu Hurairah, ia berkata ‘Adalah Rasulullah menggalakkan qiyamullail (shalat malam) di bulan Ramadhan tanpa memerintahkan secara wajib. Beliau bersabda: “Barangsiapa yang shalat malam di bulan Ramadhan karena beriman dan mengharapkan pahala dari Allah, maka diampuni baginya dosa yang telah lalu.”’ (Riwayat Jama’ah).
  7. Berusaha mendapatkan malam lailatul qadar. Diriwayatkan dari Aisyah: ’ Sesungguhnya Rasulullah telah bersabda:Berusahalah untuk mencari lailatul qadar pada sepuluh malam terakhir.’ (Riwayat Muslim). Kita dianjurkan bersungguh-sungguh mendapatkan lailatul qadar ini karena memiliki nilai yang tinggi di sisi Allah.
  8. Melakukan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir. Diriwayatkan dari Aisyah, ia berkata: ‘Adalah Rasulullah mengamalkan I’tikaf pada sepuluh hari terakhir pada bulan Ramadhan sampai beliau diwafatkan oleh Allah Azza wa Jalla’ (Riwayat Bukhari dan Muslim).

Sumber: Majalah Hidayatullah edisi 04/Sya’ban 1431/Agustus 2010

Advertisements
 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s